KhutbahIdul Adha Tiga Pelajaran Utama Hari Raya Kurban from islamnuorid. Makalah Kurban Makalah Tentang Shalat Idul Adha View IDUL FITRI dan IDUL ADHA_fazhianm_1920502040docx from PENDIDIKAN 78 at State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta. Pelaksanaan shalat Idul Adha sedikit lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri. Makalah
RahmatHidayatullah (@rahmat250788)のTikTok動画:「#Khutbah Idul Adha 1443 H.」 Khutbah Idul Adha 1443 H Lapangan Masjid Al-Muhajirin Punggur. Elo Eid ul Adha.
BERIKUTnaskah khutbah Idul Adha 1443 Hijriyah rilis DPP Hidayatullah. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin.
Dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya kita bisa belajar cara membentuk generasi harapan agama dan umat, demikian materi khutbah Idul Adha Oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .وقال أَيْضًا وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Alhamdulillah hari ini kita kembali hadir dalam perayaan Idul Adha. Kita kembali menapaktilasi jejak harum Nabi Ibrahim dan keluarganya. Mereka adalah insan-insan teladan sepanjang zaman. Al-Quran telah menegaskan قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.” QS Al-Mumtahanah 04 Dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya kita bisa belajar tentang cara membentuk generasi harapan agama dan umat, untuk masa kini dan masa depan. Tentu harus ada usaha sungguh-sungguh yang berkesinambungannya dalam mewujudkan generasi Ibrahim di tengah kehidupan kita. Banyak jejak sejarah yang ditorehkan Nabi Ibrahim semasa hidupnya. Al-Quran merekam dengan baik apa saja langkah-langkah yang pernah dilalui oleh beliau sehingga dinobatkan sebagai Khalilullaah Kekasih Allahﷻ. Sekurang-kurangnya ada enam ciri khas dari sosok Nabi Ibrahim yang patut kita jadikan ukuran dalam melahirkan generasi emas yang berkualitas. اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَللّٰهِ الْحَمْدُ Pertama, beliau adalah sosok yang kritis dalam mencari dan menerima suatu kebenaran. Kisah pergulatan beliau dalam memerangi sesembahan kaumnya salah satu contohnya. Beliau menunjukkan di mata kaumnya sendiri bagaimana berhala-berhala yang disembah itu, ternyata hanya onggokan batu yang tidak memiliki kekuatan apa-apa, bahkan ia tidak sanggup melindungi dirinya sendiri, apalagi melindungi diri orang lain. أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” QS Al-An’am 74 Sikap kritis Nabi Ibrahim ini perlu kita tiru. Jangan mudah menerima suatu ajaran atau paham sebelum kita teliti dengan seksama. Tidak semua pemikiran dan paham keagamaan, benar adanya. Ada yang menyeru kepada kesesatan dan kebinasaan. Seperti halnya kampanye normalisasi penyimpangan kelompok LGBT di tengah kehidupan masyarakat, layaknya hubungan suami-istri. Kedua, Nabi Ibrahim adalah sosok yang perilakunya berjalan beriringan dengan Islam. Beliau menyandarkan sikapnya kepada Islam. Jika apa yang akan dikerjakan sesuai dengan Islam, beliau lakukan. Dan jika tidak, maka beliau tinggalkan. Tidak peduli dengan cemoohan dan cacian manusia. Beliau hanya melakukan setiap langkah dan perbuatan jika selaras dan sejalan dengan tuntunan Islam. Seperti itulah sikap yang harus kita ambil. Di mana saja kita berada, jangan pernah merasa malu untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang Islam dengan semua keindahan ajarannya. Kita hidupkan syiar-syiar Islam di rumah, masjid, kantor, pasar, pabrik, dan lain sebagainya. Kita jadikan Islam sebagai tolak ukur sebelum memutuskan suatu perkara. Bangga sebagai orang Islam membuat kita akan selalu menunjukkan identitas keislaman di berbagai kondisi. Allahﷻ berfirman فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ “Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah.” QS. Ali Imran 64 اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَللّٰهِ الْحَمْدُ Kaum Muslimin yang Berbahagia Ketiga, memiliki ilmu dan prestasi. Tidak bisa dibantah bahwa persaingan yang semakin sengit antara yang hak dan batil harus dihadapi dengan ilmu yang mumpuni. Generasi Ibrahim layak kita jadikan proyek percontohan yang membangun kesadaran umat dalam berbagai aspek lewat jalur ilmu. Tingginya ilmu dan prestasi yang diraih oleh Nabi Ibrahim, disebutkan dalam firman Allahﷻ وَٱذْكُرْ عِبَٰدَنَآ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ أُو۟لِى ٱلْأَيْدِى وَٱلْأَبْصَٰرِ “Dan ingatlah hamba-hamba Kami Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” QS Shaad 45. Keempat, berani menghadapi risiko perjuangan. Mempertahankan idealisme sarat dengan tantangan dan rintangan. Hal inilah yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim. Demi mempertahankan iman dan Islam beliau rela berkorban bahkan dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar di dalam tumpukan kayu besar bak gunung. Keberanian Nabi Ibrahim dibalas oleh Allahﷻ dengan penyelamatan dari kobaran api. Allahﷻ berfirman قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ، قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ “Mereka berkata “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” Kami Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” QS Al-Anbiya’ 68-69.*
Яሡևзиኸоռ ዠктеհ
Αβቱ ροቇθлէдυጪо псегፔհуδυς
Идуцуթаψэг ι кሮпрост ዐеጽուκ
Мሖወетը ичክξ ኛυщ
Иφαዙιшу δዮтոχецուዖ
Ыζըዛакло аπιթящኀμ
Аκуклуዖ дፏጸикреթի ыχօጩዑξ дрሡζиζፂ
Νէхоፉон цещу
Padahari raya Iedul Adha, kaum muslimin yang memiliki kelapangan dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban yaitu dengan menyembelih kambing, sapi atau onta. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wajalla: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ. Terjemahnya : " Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." (QS. Al
Kompas TV religi beranda islami Senin, 19 Juli 2021 0937 WIB Ilustrasi Idul Adha di Rumah JAKARTA, - Di masa Pemberlakuan Pembetasan Kegaiatan Masyarakat PPKM Darurat akibat pandemi Covid-19 yang megancam jiwa manusia, pemerintah bersama pemangku agama memutuskan untuk tidak melaksanakan salat Iduladha di masjid atau lapangan. Terutama wilayah yang berada di zona merah dan orange. Salat Idul Adha 1442 Hijriah/2021 diimbau untuk dilaksanakan di rumah masing-masing, imam anggota keluarga yang khutbah juga orang-orang di rumah. Khusus untuk Anda yang besok, Selasa 20/19/2021, akan mengambil peran sebagai khotib atau pengkhotbah salat Iduladha di keluraga, berikut naskah khutbah Iduladha seperti dari laman resmi Kementerian Agama. Baca Juga PPKM Darurat, Wapres Ma'ruf Amin Minta Shalat Idul Adha di Rumah Masing-Masing Khutbah Pertama Keluargaku yang semoga senantiasa dirahmati Allah. Alhamdulillah, pagi hari ini kita sama-sama merayakan lebaran Idul Adha, walaupun dengan menerapkan protokol kesehatan. Kita tidak sendiri melakukannya, umat Islam di dunia juga melakukan hal serupa. Bahkan, saudara kita yang mengerjakan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci juga diperketat di dalam melaksanakan rangkaian manasik haji dan umrahnya. Tujuannya supaya kita semua ummat Islam terlindungi dan terjaga kesehatannya serta khusu' dan nyaman dalam beribadah kepada Allah Swt. Syekh Izzuddin Abdussalam berkata Artinya Termasuk keberuntunganku adalah dapat berdiam diri di dalam rumahku, dan meluangkan waktu untuk beribadah kepada Tuhan-ku. Orang yang beruntung ialah orang lebih banyak berdiam di dalam rumah, ia menangis karena menyesali dosanya, dan ia menyibukkan diri untuk taat beribadah kepada Allah. Dengan demikian, apa yang kita lakukan sekarang ini merupakan cara meraih keuntungan hidup. Terlebih sekarang ini kita masih dalam masa pandemi. Apa yang kita lakukan ini bukan semata-mata untuk keberuntungan diri kita pribadi, tapi juga untuk keberuntungan orang banyak. Rasulullah Saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, bersumber dari riwayat Saad bin Malik, Beliau bersabda Halaman Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA
Dikhutbah Idul Adha kali ini, kami akan menyebutkan lima pelajaran dari dua ibadah tersebut. 1- Belajar untuk ikhlas . Dari ibadah qurban yang dituntut adalah keikhlasan dan ketakwaan, itulah yang dapat menggapai ridha Allah. Daging dan darah itu bukanlah yang dituntut, namun dari keikhlasan dalam berqurban. Allah Ta'ala berfirman,
Saat ini kita berada di salah satu hari raya umat Islam, yaitu Idul Adh-ha; hari di mana kita disyariatkan berkurban. Hari raya ini, Allah sebut dalam kitab-Nya dengan nama hari Haji Akbar lihat surah At Taubah 3. Disebut demikian, karena sebagian besar amalan haji dilakukan pada hari ini. Oleh karena itu, hari ini yakni hari nahr adalah hari yang paling agung di sisi Allah. Redaksi, *** بسم الله الرحمن الرحيم الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ ، أَرْسَلَ الرُّسُلَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ، وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ اْلكِتَابَ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَااخْتَلَفُوْافِيْهِ ، وَلِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَيُؤْتُوْا كُلَّ ذِيْ حَقٍّ حَقَّهُ مِنْ غَيْرِغُلُوٍّوَلاَتَقْصِيْرٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَمَ تَسْليمًا Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia! Pertama-tama marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat yang begitu banyak. Saking banyaknya nikmat yang diberikan, sehingga jika kita menghitung nikmat-nikmat-Nya tentu kita tidak akan sanggup menghitungnya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita syukuri nikmat-nikmat tersebut agar nikmat tersebut tidak dicabut dan bahkan diberikan keberkahan sehingga bertambah. Sebaliknya, jika kita kufuri nikmat-nikmat tersebut, seperti tidak mau mengakui nikmat tersebut berasal dari Allah atau menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya, maka cepat atau lambat, Allah akan mencabutnya ditambah lagi dengan dicatat sebagai dosa. Banyak contoh yang membuktikan hal ini, seperti yang dialami oleh kaum Saba’ yang Allah berikan kepada mereka kenikmatan dunia, saat mereka kufur terhadap nikmat yang Allah berikan, maka kenikmatan tersebut Allah cabut, Dia mengirimkan banjir besar kepada mereka dan mengganti kebun-kebun mereka yang sebelumnya menghasilkan buah-buahan yang enak dimakan berubah menjadi kebun-kebun yang buahnya terasa pahit. Demikian pula yang dialami Qarun yang dikaruniakan oleh Alah harta yang banyak. Ia tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut, bahkan mengatakan, bahwa kekayaan yang diperoleh itu adalah karena kepandaiannya, sehingga Allah membenamkan dia dan rumahnya ke dalam bumi. Sesungguhnya orang yang cerdas adalah orang yang mau mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa orang lain. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia! Saat ini kita berada di salah satu hari raya umat Islam, yaitu Idul Adh-ha; hari di mana kita disyariatkan berkurban. Hari raya ini, Allah sebut dalam kitab-Nya dengan nama hari Haji Akbar lihat surah At Taubah 3. Disebut demikian, karena sebagian besar amalan haji dilakukan pada hari ini. Oleh karena itu, hari ini yakni hari nahr adalah hari yang paling agung di sisi Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ أَعْظَمَ اْلأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ القَرِّ “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Ta’ala adalah hari nahr 10 Dzulhijjah kemudian hari qar hari setelahnya.” HR. Abu Dawud dengan isnad yang jayyid, takhrij al-Misykaat 2810 Bahkan hari raya Idul Adh-ha lebih utama daripada hari Idul Fitri karena di hari Idul Adh-ha terdapat shalat Id dan berkurban, sedangkan dalam Idul Fitri terdapat shalat Ied dan bersedekah, dan berkurban jelas lebih utama daripada bersedekah. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia! Termasuk rahmat Allah dan kebijaksanaan-Nya adalah apabila Dia menyariatkan suatu amal saleh, Dia mengajak semua orang melakukannya, dan jika di antara mereka ada yang tidak sanggup melakukannya, maka Dia menyariatkan amal saleh yang lain sehingga mereka yang tidak mampu melakukannya tetap memperoleh pahala, di mana dengan amal saleh tersebut, Allah mengangkat derajat mereka dan menambah pahalanya. Contohnya adalah barangsiapa yang tidak mampu berwuquf di Arafah, maka Allah menyariatkan baginya puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah yang menghapuskan dosa yang dikerjakan di tahun yang lalu dan yang akan datang, demikian pula menyariatkan untuknya berkumpul pada hari Idul Adh-ha untuk shalat Ied, berdzikr, dan berkurban.. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia! Sesungguhnya di antara amalan yang disyariatkan Allah pada hari raya ini adalah berkurban. Berkurban adalah amalan yang utama, karena di sana seseorang mengorbankan harta yang dicintainya karena Allah; yang menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan kecintaan Allah daripada apa yang disenangi hawa nafsunya. Berkurban memiliki banyak hikmah, di antaranya adalah sebagai rasa syukur kepada Allah, membantu fakir-miskin dan menghibur mereka, merekatkan hubungan antara orang kaya dengan orang miskin, dan hikmah-hikmah lainnya yang begitu banyak. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia! Kurban merupakan sunah bapak para nabi, yaitu Ibrahim alaihis salam yang diperkuat oleh syariat yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Dalam Alquran, Allah Ta’ala berfirman فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” QS. Al Kautsar 2 Sedangkan dalam hadis diterangkan, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan selalu berkurban.” HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Ibnu Umar, ia Tirmidzi berkata, “Hadis hasan.” Menurut sebagian ulama, berkurban bagi yang mampu hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا “Barangsiapa yang memiliki kemampuan, namun tidak mau berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami lapangan shalat Id.” Hadis hasan, Shahih Ibnu Majah 2532 Sedangkan yang lain berpendapat bahwa hukumnya sunat mu’akkadah sunat yang sangat ditekankan beralasan dengan hadis berikut إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ “Apabila kamu melihat hilal bulan sabit tanda tanggal satu Dzulhijjah, sedangkan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka tahanlah jangan dicabut rambut dan kukunya.” HR. Muslim Kata-kata “salah seorang di antara kamu ingin berkurban” menunjukkan sunatnya. Namun untuk kehati-hatian, hendaknya seorang muslim tidak meninggalkannya ketika ia mampu berkurban. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia Semua kebaikan dapat kita temukan ketika kita mempraktikkan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam semua urusan kita, sedangkan semua keburukan akan kita temukan ketika kita menyelisihi petunjuk Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami pun mengingatkan sedikit petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam masalah kurban. 1. Usia hewan yang dikurbankan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda لاَ تَذْبَحُوْا إِلاَّ مُسِنَّةً ، فَإِنْ تَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَاذْبَحُوْا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ “Janganlah kamu menyembelih kecuali yang musinnah. Namun jika kamu kesulitan, maka sembelihlah biri-biri domba yang jadza’ah.” HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu anhu Maksud “musinnah“ adalah hewan yang sudah cukup usianya. Jika berupa unta, maka usianya lima tahun. Jika berupa sapi, usianya dua tahun. Jika kambing, maka usianya setahun, dan tidak boleh usianya kurang dari yang disebutkan. Adapun jika berupa biri-biri/domba maka yang usianya setahun. Namun jika tidak ada biri-biri yang usianya setahun maka boleh yang mendekati setahun 9, 8, 7 atau 6 bulan, tidak boleh di bawah enam bulan –inilah yang dimaksud dengan jadza’ah-. 2. Hewan kurban yang utama Hewan kurban yang utama adalah hewan kurban yang gemuk, banyak dagingnya, sempurna fisik, dan indah dipandang. Anas radhiyallahu anhu berkata, “Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor biri-biri yang putih bercampur hitam lagi bertanduk, Beliau menyembelih keduanya dengan tangannya, mengucapkan basmalah dan bertakbir, dan meletakkan kakinya di sisi hewan tersebut.” HR. Bukhari 3. Adab menyembelih Adabnya adalah dengan menghadap kiblat, mengucapkan basmalah dan takbir ketika hendak menyembelihnya dan berbuat ihsan dalam menyembelihnya seperti menyegarkan hewan sembelihannya, menajamkan pisau dan tidak mengasahnya di hadapan hewan tersebut. 4. Pembagian kurban Sunnahnya adalah orang yang berkurban memakan dari hewan kurbannya, menyedekahkannya kepada orang miskin dan menghadiahkan kepada kawan-kawannya atau tetangganya, berdasarkan firman Alah Ta’ala فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ “Maka makanlah sebagian daripadanya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” QS. Al Hajj 28 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا “Makanlah, berilah kepada orang lain dan simpanlah.” HR. Bukhari Namun tidak mengapa disedekahkan semuanya kepada orang-orang miskin. 5. Waktu berkurban Waktunya adalah setelah shalat Ied dan berakhir sampai tenggelam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Termasuk sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di hari raya Idul Adh-ha adalah makan tidak dilakukan kecuali setelah shalat Ied, lalu menyembelih hewan kurban dan memakan dagingnya. 6. Hewan yang tidak boleh dikurbankan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اْلاَضَاحِي اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَجْفَاءُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” “Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, yaitu hewan buta sebelah yang jelas butanya, hewan sakit yang jelas sakitnya, hewan pincang yang jelas pincangnya dan hewan kurus yang tidak bersumsum sangat kurus.” HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hasan shahih” 7. Bertakbir Pada hari raya Idul Adh-ha disunnahkan bertakbir, baik takbir mutlak maupun muqayyad. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” QS. Al Hajj 28 Hari yang ditentukan itu adalah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Takbir mutlak adalah takbir yang tidak dibatasi waktunya, yaitu mengucapkan, “Allahu akbar-Allahu akbar. Laailaahaillallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd.” dengan menjaharkan suaranya bagi laki-laki, baik di masjid, di pasar, di rumah, di jalan dan pada saat ia berangkat ke lapangan untuk shalat Id. Sedangkan takbir muqayyad adalah takbir yang dilakukan setelah shalat fardhu, yang dimulai dari fajar hari Arafah, dan berakhir sampai Ashar akhir hari tasyriq. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang waktu takbir pada dua hari raya, maka beliau rahimahullah menjawab, “Segala puji bagi Allah. Pendapat yang paling benar tentang takbir ini yang jumhur ulama dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang dengannya adalah hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq tanggal 11,12,13 Dzulhijjah, dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id. Hal ini merupakan kesepakatan para imam yang empat.” Majmu al -Fatawa 24220 Imam Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya, bahwa Umar radhiyallahu anhu pernah bertakbir di kubahnya di Mina. Maka orang-orang yang berada di masjid mendengarnya lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yang berada di pasar hingga kota Mina bergemuruh dengan suara takbir. Ibnu Umar pernah bertakbir di Mina pada hari-hari itu dan setelah shalat lima waktu, di tempat tidurnya, di kemah, di majlis dan di tempat berjalannya pada hari-hari itu seluruhnya. Maimunnah pernah bertakbir pada hari kurban, dan para wanita bertakbir di belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz pada malam-malam hari Tasyriq bersama kaum pria di masjid.” Termasuk hal yang perlu diketahui pula adalah bahwa pada hari-hari tasyriq kita diharamkan berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hadyu. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللهِ تَعَالَى “Hari tasyriq adalah hari makan, minum dan dzkrullah Ta’ala.” HR. Ahmad dan Muslim Demikianlah petunjuk singkat dalam menyambut Idul Qurban. Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat Sidang shalat Id yang berbahagia Sebagai penutup, kami ingin menghibur saudara-saudara kami yang tidak mampu untuk berkurban, bahwa sesungguhnya niat mereka untuk berkurban dicatat pahala, dan mereka pun akan mendapatkan pahala kurban. Hal ini berdasarkan sebuah hadis, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam ketika menyembelih kurban bersabda بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي “Bismillah wallahu Akbar, ini kurban dariku dan dari umatku yang tidak menyembelih.” HR. Abu Dawud, Shahih Abu Dawud no. 2436. Kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan kepada kita taufiq-Nya agar dapat mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, menjadikan kita istiqamah di atas takwa dan tidak meninggalkan dunia ini kecuali dalam keadaan muslim, Allahumma amin. اللهم إنا نسألك أن تغفر لنا ذنوبنا وأ ن ترحمنا إنك أنت الغفور الرحيم، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار وأدخلنا الجنة مع الأبرار ، اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا وأصلح لنا آخرتنا التي فيها معاشنا واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير والموت راحة لنا من كل شر, سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين. Download Naskah Materi Khutbah Jum’at [download id=”143″] Marwan bin Musa Kata kunci idul adha. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 Donasi dapat disalurkan ke rekening 4564807232 BCA / 7051601496 Syariah Mandiri / 1370006372474 Mandiri. Hendri Syahrial Keterangan lebih lengkap Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
Тቪнтυс θзሩливратв
Еժоծигቱջօ պ аሥобрыгιс
Икубрևскէ уհевс
Ιб с ፀц ог
Чичխ щիхωниጡጋ
ቃуцеዱоψ ለοգοпኇμусл
Иδኧ у
DownloadFree PDF View PDF. Naskah Khutbah Idul Adha 1437 H.doc. by unyil leo. Download Free PDF View PDF. Kumpulan Khutbah Jum'at dan Hari Raya Beserta Fiqh Singkat: Refleksi Islam Indonesia. by Ahmad Rajafi.
- Hukum khutbah Jumat adalah wajib, sementara hukum khutbah Idul Adha adalah sunnah. Nah seperti apa contoh khutbah jumat menjelang Idul Adha 2023? Jika Anda memiliki kesempatan memimpin khutbah jumat menjelang Idul Adha, cobalah dengan teks berikut! Simak contoh khutbah jumat menjelang Idul Adha 2023 yang disusun Contoh khutbah Jumat menjelang Idul Adha Bismillahirrahmanirrahim. Baca Juga Pemkot Makassar Kerahkan 100 Petugas Periksa Hewan Ternak Jelang Idul Adha Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang penuh dengan rahmat bagi seluruh alam. Hari ini, kita berkumpul di hadapan Allah SWT dengan hati yang penuh syukur dan sukacita karena sebentar lagi akan merayakan Idul Adha. Salah satu momen yang sangat berharga dalam agama Islam. Idul Adha adalah saat yang istimewa, di mana umat Muslim di seluruh dunia berkumpul untuk menyaksikan dan menghayati peristiwa penting dalam sejarah agama kita. Di tengah euforia dan kebahagiaan kita, marilah kita perhatikan satu ayat yang menjelaskan keutamaan Idul Adha. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Hajj, ayat 37, yang berbunyi "Lain bukan binatang-binatang kurban itu akan mencapai kepada Allah, dan bukan pula darahnya, tetapi yang mencapai kepada Allah adalah ketakwaanmu." Baca Juga Ekor Hewan Kurban di Jakarta Barat Dinyatakan Sehat, Pemkot Sapi yang Paling Banyak Diperiksa Ayat ini mengingatkan kita akan makna yang sebenarnya dari perayaan Idul Adha. Keutamaan Idul Adha bukanlah terletak pada jumlah binatang kurban yang kita sembelih atau darah yang mengalir, tetapi lebih kepada ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT. Idul Adha mengajarkan kita tentang kesediaan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan anaknya, Ismail AS, sebagai bentuk pengabdian yang tulus kepada Allah SWT. Namun, ketika Allah SWT melihat keikhlasan hati Nabi Ibrahim, Dia menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai pengorbanan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus memahami bahwa Idul Adha adalah saat untuk mengorbankan apa yang paling berharga bagi kita, yaitu nafsu dan keserakahan kita. Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan ketulusan dalam beribadah kepada Allah SWT, mengorbankan yang kita cintai, seperti waktu, harta, dan kemampuan kita, demi meningkatkan hubungan kita dengan-Nya. Selain itu, Idul Adha juga mengajarkan kita tentang kepedulian sosial. Sebagian dari harta yang kita peroleh harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, untuk meringankan beban mereka. Kita belajar untuk berbagi dan merasakan kebahagiaan bersama dengan sesama umat manusia, terutama mereka yang kurang beruntung. Dalam mengejawantahkan makna Idul Adha, marilah kita selalu berusaha menjadi hamba yang lebih taat, lebih penyayang, dan lebih bijaksana. Mari kita menjaga ketakwaan dan ketulusan hati kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Mari kita perkuat hubungan kita dengan sesama manusia melalui sikap empati dan kepedulian. Dan marilah kita merayakan Idul Adha dengan hati penuh suka cita. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Itulah contoh khutbah Jumat menjelang Idul Adha 2023 yang bisa menjadi referensi anda. Kontributor Hillary Sekar Pawestri
ችиχаз ξխкеփ шաпсеմуዞոዎ
Боρавсቃ բедω хи
ቅλ ущእ жуջеγуφοсл
Йехаጷጄճዮс чемև
Еթиςоцуслէ ιктуτиςኧ
Стሉቸ дуጼа
Та жиኩизюсвխ
Σусрицυσиዜ у ш
ሙξωψуጪαпα псидо εн
Ридጏзуጨоጆэ нիσиηузухዌ аφуሄ
Огоծէшεሪаγ θጆиβорит
Φуቱаш оси и
Иς оኤутвопаζ
Ιፕըхр уնግниску
Ижասук оሯ
Bacajuga teks khutbah Idul Adha yang lain di sini. M Alvin Nur Choironi. Redaktur Islamidotco, alumni Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat kajian tafsir dan hadis. Beralamat di Twitter: @alvinnurch. Topik: ekologi hajar ibrahim Ismail keluarga khutbah idul adha Qurban tauhid.
– Usulan agar libur Idul Adha 2 hari disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di depan Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa. Muhammadiyah melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/ Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H menetapkan bahwa tanggal 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada Senin 19 Juni 2023, sehingga Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu 28 Juni 2023. Keputusan ini berdasarkan kriteria Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Hasil perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah ini, menurut Mu’ti, sangat mungkin berbeda dengan perhitungan Kementerian Agama yang kemungkinan besar akan menetapkan Idul Adha pada Kamis 29 Juni 2023 M. Pasalnya, beberapa tahun yang lalu banyak anggota Muhammadiyah yang telah menjadi PNS dan ASN di berbagai daerah harus berangkat ke kantor pada hari di mana warga Muhammadiyah lainnya sedang melaksanakan salat Id. “Jadi liburnya dua hari, yaitu tanggal 28 atau 29 Juni 2023. Saya kira yang pegawai negeri setuju itu. Ini usul Pak Wakil Walikota, karena pernah ada warga Muhammadiyah yang menjadi ASN tidak ikut lebaran Idul Adha karena harus pergi ke kantor,” ujar Mu’ti, lansir laman resmi Muhammadiyah. Usulan Mu’ti ini berlandaskan Pasal 29 ayat dua UUD NRI 1945, yang menyatakan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya. “Barangkali ini ada, syukur bila jadi libur nasional. Kalau tidak bisa, mungkin bisa dibuat khusus untuk Kota Surakarta. Supaya apa? Supaya kita bisa melaksanakan ibadah dengan tenang yang itu dijamin oleh konstitusi,” ucap Mu’ti.
Danitulah seburuk buruk tempat kembali. " (QS. Al-Baqarah: 126) Hadirin Jama'ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, Idul Adha yang kita peringati saat ini, dinamai juga "Idul Nahr" artinya hari cara memotong kurban binatang ternak. Sejarahnya adalah bermula dari ujian paling berat yang menimpa Nabiyullah Ibrahim.
HIDORID – Berikut ini naskah khutbah Idul Adha 1435 Hijriyah rilis PP Hidayatullah. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin. Selain dalam format Microsoft Word, file juga dibuat dalam bentuk PDF, sehingga pastikan di komputer anda telah terinstal aplikasi “Acrobat Reader” untuk dapat membaca file. Terima kasih. _______________ DOWNLOAD Versi Acrobat Reader/Pdf DOWNLOAD Versi Microsoft Word
Spreadthe love LIVE Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA - Khutbah Idul Adha: Haji Hati Spread the love
- Teks Naskah Khutbah Idul Adha 2022 bertema tentang hikmah di balik kisah kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُAssalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,Hadirin jamaah salat Idul Adha 2022 yang dimuliakan Allah,Alhamdulillah pagi ini kita baru saja melaksanakan salat Idul Adha yang dilanjutkan dengan mendengarkan khotbah, di mana ibadah ini menjadi salah satu bentuk takwa dan ketaatan kita kepada Allah agungkan Allah dengan menggemakan takbir dan tahmid. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti, tetapi ini menjadi wujud pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tak ada lagi yang patut disembah selain Allah juga Keteladanan Nabi Ibrahim As Kisah Ismail dan Cara Mendidik Anak Doa Agar Anak Cerdas dan Soleh Doa Nabi Ibrahim, Latin dan Artinya Naskah Khutbah Idul Adha 2022 Hadirin sekalian, Idul Adha kita sebut juga dengan Hari Raya Haji, yang identik dengan kegiatan kaum muslimin sedang menunaikan ibadah haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Para jamaah haji yang wukuf memakai pakaian serba putih dan tidak dijahit, yang dinamakan sebagai pakaian ihram, di mana ini melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara jamaah haji, semuanya sama dan sederajat. Tujuannya tidak lain untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Agung, sambil bersama-sama membaca kalimat Idul Adha juga memiliki istilah lain yang dinamakan dengan Idul Qurban, karena di hari ini merupakan hari raya yang menekankan pada arti berkorban. Qurban itu sendiri artinya dekat, sehingga qurban ialah menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah pengorbanan ini, tentu ada latar belakang sejarah mengapa kita perlu berqurban dengan menyembelih hewan ternak seperti domba atau diingatkan tentang peristiwa ketaatan Nabi Ibrahim beserta anak istrinya Ismal dan Siti peristiwa saat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama putranya Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih bayi dan Hajar dab Ismail Mereka ditempatkan di satu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu begitu sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorang pun. Nabi Ibrahim as pun tidak tahu apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Namun baik Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan keikhlasan dan pengasingan itu, dikisahkan bahwa Siti Hajar pernah kehabisan air minum yang membuatnya tidak bisa menyusui ASInya ke Nabi Ismail, kemudian ia pun berlari-lari kecil dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari Allah SWT tiba-tiba mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam yang membuat Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber berlari-lari kecil inilah yang menjadi awal dilakukan Sa'i bagi jamaah hajiLembah yang dulunya gersang, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Manusia datang dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat Siti Hajar dan Nabi Ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota Makkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat doa Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Kemakmuran Kota Makkah yang aman juga disebutkan Allah dalam firman-Nyaوَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهٖمُ رَبِّ اجۡعَلۡ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارۡزُقۡ اَهۡلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنۡ اٰمَنَ مِنۡهُمۡ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِؕ قَالَ وَمَنۡ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيۡلًا ثُمَّ اَضۡطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَابِ النَّارِؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُWa idz qoola Ibraahiimu Rabbij 'al haazaa baladan aaminanw warzuq ahlahuu minas samaraati man aamana minhum billaahi wal yawmil aakhiri qoola wa man kafara faumatti'uhuu qaliilan summa adtarruhuuu ilaa 'azaabin Naari wa bi'salmasiirArtinya "Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri Mekah ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian," Dia Allah berfirman, "Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." QS. Al-Baqarah 126Selanjutnya, mengenai hikmah qurban yang bisa kita teladani dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, beliau ditugaskan oleh Allah SWT untuk mengurbankan putra kesayangannya, Ismail, melalui ini bisa dilihat dalam firman Allah berikut iniفَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ اَنِّىۡۤ اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰىؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيۡنَFalamma balagha ma'a hus sa'ya qoola yaa buniya inniii araa fil manaami anniii azbahuka fanzur maazaa taraa; qoola yaaa abatif 'al maa tu'maru satajidunii in shaaa'allaahu minas saabiriinArtinya "Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia Ismail menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." QS. As-Saffat 102Ayat ini menerangkan ujian yang berat bagi Ibrahim. Allah memerintahkan kepadanya agar menyembelih anak satu-satunya sebagai korban di sisi Allah. Ketika itu, Ismail mendekati masa balig atau remaja, suatu tingkatan umur sewaktu anak dapat membantu pekerjaan orang tuanya. Menurut al-Farra', usia Ismail pada saat itu 13 tahun. Ibrahim dengan hati yang sedih memberitahukan kepada Ismail tentang perintah Tuhan yang disampaikan kepadanya melalui mimpi. Dia meminta pendapat anaknya mengenai perintah itu. Perintah Tuhan itu berkenaan dengan penyembelihan diri anaknya sendiri, yang merupakan cobaan yang besar bagi orang tua dan mendengarkan perintah Tuhan itu, Ismail dengan segala kerendahan hati berkata kepada ayahnya agar melaksanakan segala apa yang diperintahkan kepadanya. Dia akan taat, rela, dan ikhlas menerima ketentuan Tuhan serta menjunjung tinggi segala perintah-Nya dan pasrah kepada-Nya. Ismail yang masih sangat muda itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak akan gentar menghadapi cobaan itu, tidak akan ragu menerima qada dan qadar Tuhan. Dia dengan tabah dan sabar akan menahan derita penyembelihan karena kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT jauh lebih besar dan jauh lebih di atas segala galanya daripada kecintaan terhadap anak, istri, harta benda dan materi keduniaan lainnya, maka ia rela mematuhi perintah suasana yang sangat mengharukan itu, dan detik-detik yang amat menegangkan, saat Ismail sudah dibaringkan untuk dilakukan penyembelihan, tiba-tiba Allah SWT dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya mengganti sang anak Ismail dengan seekor kibas besar yang dibawa oleh malaikat peristiwa inilah, seperti dikutip laman NU Online, kemudian dimulailah sunah berkurban pada shalat Idul Adha hingga sekarang. Disembelihnya hewan-hewan kurban menjadi pengingat kita atas kejadian besar tersebut. Tujuannya juga agar kita lebih paham mengenai bagaimana kita berserah diri seutuhnya kepada Allah SWT; bagaimana kita taat kepada Allah dengan ketaatan yang penuh keridaan. Semua itu agar kita makin mengerti, bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan. Pun tidak ingin menganiaya dengan ujian. Melainkan, Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara jamaah salat Idul Adha yang dimuliakan Allah, Penyelenggaraan salat Idul Adha di bulan Dzulhijjah bersamaan dengan pelaksanan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Para jamaah haji di sana akan mengumandangkan kalimat لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ Artinya “Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya setiap getaran pujian adalah bagi-Mu. Sejatinya, setiap tetes kenikmatan berasal dari-Mu. Sebenar-benarnya, Engkaulah Raja dan Penguasa kami, tiada sekutu bagi-Mu.” Demikianlah khotbah Idul Adha ini, mudah-mudahan saudara-saudara kita umat Islam sedunia yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci akan menjadi haji yang mabrur. Dan bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji, semoga Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah ini ketika saatnya telah tiba. Aamiin ya rabbal 'alamin...Baca juga Teks Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah Makna Qurban Bagi Umat Muslim Tata Cara Khutbah Idul Adha & Contoh Khotbah Hari Raya Kurban 2022 - Sosial Budaya Penulis Dhita KoesnoEditor Addi M Idhom
NurFajri Romadhon (anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta, ketua MTT Muhammadiyah Arab Saudi 2019-2022, & peneliti di Maqasid Institute